Zam-Zam

Sejarah Dan Keistimewaan Zam-Zam

Zam-zam bahasa Arab bermakna banyak atau melimpah-ruah, yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zam zam merupakan sumur mata air yang terdapat di Masjidil Haram,dengan kedalaman sumur 42 meter. Para jamaah ibadah Haji dan Umrah yang berbondong-bondong mengambil zam-zam untuk dibawa pulang air Zam-zam ke tanah air sebagai oleh-oleh. Zam-zam juga sangat dipercaya oleh umat muslim selain air suci jg dianggap air yang bisa menyembuhkan seagala macam penyakit karena kebeningan air ini melebihi air pada umumnya.

Dari berbagai sumber tentang penelitian diketahui bahwa Zam-Zam mengandung fluoride yang memiliki daya efektif membunuh kuman dan membuat air Zam-Zam seolah sudah mengandung obat. Perbedaan Zam-Zam dengan air pada umumnya adalah dalam hal kalsium dan garam magnesiumnya. Kedua kandungan mineral ini pada Zam-Zam mengandung efek menyegarkandan menyejukkan untuk jamaah yang mengalami kehausan.

para pembaca dan khusus kepada calon jamaah umroh dakwah wisata menurut riwayatnya mata air zam-zam bermula ketika Ismail kehausan dipadang pasir bersama ibunya siti Hajar. karena panik putranya kehausan, hajar berlari bolak-balik dari bukit Shafar ke bukit Marwa. Dengan kebesaran Allah SWT, atas petunjuk Malaikat Jibril, Ismail putera Hajar menghentakkan kakinya. Sesaat setelah Ismail menghentak kakinya kemudian keluarlah air dari perut bumi yang mana terletak pada zam-zam saat ini.

Sumur Zamzam terletak 11 meter dari Ka'bah, zam-zam juga dapat menghasilkan air 39.600 liter per jamnya, dan tidak akan mengalami kekeringan seberapa banyak akan diambil. Banyak sebagian orang beranggapan ketika menjalankan ibadah haji atau umroh ketanah suci tentu saja belum lengkap rasanya kalau para jamaah tidak membawa zam-zam sebagai cinderamata ketika mereka pulang ke tanah air. Budaya ini sudah lama berlansung sejak zaman leluhur kita hingga pada zaman sekarang.

Keistimewaan zam-zam juga dianggap Air Surga yang bermakna air yang bermanfaat dan penuh berkah, layaknya air surga. Zam-zam sebagai nikmat Allah, bagaimana ketika para Jamaah haji atau umroh dapat merasakan nikmatnya air padang pasir. Zam-zam juga sebagai Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad SAW, pada saat Malaikat Jibril membersihkan hati Muhammad dengan zam- zam. Air yang Penuh Berkah, sebagai air yang dianggap obat , dan air abadi, yang tidak akan pernah kering hingga hari Kiamat.