Pengertian Dan Tata Cara Umroh

Umroh menurut bahasa adalah perjalanan seorang muslim dalam melakukan ziarah dari satu tempat ketempat lain, sedangkan menurut Syara artinya serangkaian perjalanan seorang muslim berkunjung ke Baitullah dalam melaksanakan ibadah Rukun Umroh. Dalam melaksanakan ibadah umroh ada Rukun Umroh yang perlu diperhatikan, antara lain: 
a. Ihram 
b. Tawaf
c. Sa`i 
d. Tahalul 
e. Tertib 
Selain Rukun Umroh ada beberapa ketentuan-ketentuan atau tata cara umroh yang dilakukan di Mekkah dan Madinah tentang adab ziarah ke makam Rasulullah SAW, yang dilakukan kedua kota tersebut. 

Ibadah umroh dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 zulhijjah dan hari tasrik pada tanggal 11,12 dan 13 Zulhijjah. 

Hukum ibadah umroh dari beberapa Ulama mengatakan bahwa melaksanakan ibadah umroh wajib atau fardhu bagi orang yang belum melakasanakan padahal mereka mampu dari segi materi maupun non materi. Kemudian sebagian lagi dari ulama mengatakan bahwa melakukan ibadah umroh sunnah mu`akkad yaitu setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik dari segi materi maupun non materi. 

Imam Muslim pernah mengatakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan bahwa dalam melaksanakan ibadah umroh, bagi setiap muslim yang melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilai pahalanya sama dengan pahala menunaikan ibadah haji. 

Tata cara umroh

Tahapan serta urutan dalam melaksanakan Rukun Umroh sebagai berikut:
Dalam melaksanakan rukun umroh yang telah dijelaskankan diatas setiap jamaah harus berpakaian ihram di Miqot atau bisa dilakukan di asrama sebelum berada di Miqot, dianjurkan sholat sunnah ihram dengan membaca surat Al-kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah. Membaca niatan umroh " nawaitul `umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta`aalaa. Kemudian jamaah menuju masjidil haram yang masih menggunakan ihram untuk melakukan rukun Hajar Aswad, selanjutnya melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka`bah sebanyak 7 kali dan berjalan antara bukit safar dan marwa sebanyak 7 kali balik. Ketika selesai melakukan Rukun Sa`i di bukit Marwa, Jamaah mengguting rambut minimal 3 helai rambut (melakuakan Tahalul). Setelah semua tahapan Rukun Umroh selesai dilakukan setiap jamaah dihalalkan atau dibolehkan dari setiap ketentuan selama melakukan umroh dan bisa berganti pakaian selain Ihram. 

 Larangan Dalam Melakukan Tahapan Rukun Ihram antara lain:    
  1. Jamaah tidak dianjurkan mencabut dan memotong rambut, memotong kuku, serta menggaruk hingga kulit terkelupas
  2. Jamaah dilarang menggunakakan wewangian
  3. Dilarang bertengkar
  4. Meskipun suami-istri Jamaah dilarang melakukan hubungan badan dan tidak boleh adanya pernikahan
  5. Harus berkata baik dan menjaga ucapan  
  6. Pria dilarang memakai tutup kepala, pakaian berjahit dan dilarang memakai alas kaki yang menutupi mata kaki  
  7. Wanita dilarang menutup wajah dan menutup telapak tangan yang bisa menutupi telapak tangan.

    Semoga dapat menjadi ilmu bagi pembaca dan bisa mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umroh ketanah suci bersama travel umroh dakwah wisata.