Keistimewaan Hajar Aswad

Sejarah Batu Hajar Aswad Dan Hubungan Ka'bah

Batu Hajar Aswad dalam bahasa Arab adalah sebuah batu diyakini berasal dari surga, ditemukan Nabi Ismail AS dan diletakan oleh Nabi Ibrahim AS. Batu ini dahulunya memiliki sinar yang terang benderang dapat menyinari seluruh tanah suci. Kemudian sinarnya mulai menghilang dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu Hajar Aswad mempunyai bau yang khas, merupakan bau wangi yang natural dimiliki sampai saat ini, dan suatu keinginan bagi setiap jamaah untuk mencium Batu Hajar Aswad. Ritual mencium Hajar Aswad merupakan sunah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika pada saat Rasul melakukan tawaf.

Batu Hajar Aswad yang berada dibagian Ka'bah, tidak lepas dari sejarah tentang pembangunan Ka'bah yang menjadi kiblatnya seluruh umat muslim. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS pada saat membangun Ka’bah, dimana pembangunan tersebut masih banyak komponen-komponen yang belum selesai. Pada waktu itu bangunan Ka’bah belum mempunyai atap dan pintu. kemudian Ibrahim dan Ismail mulai membangun lagi konstruksi Ka’bah sekitar pada tahun 2130 sebelum masehi. pada waktu pembangunan sedang berlangsung, Ibrahim sadar akan banyak komponen-komponen Ka’bah belum sesuai keinginan karena kurangnya bahan, kemudian Ibrahim dan Ismail pergi menyusuri beberapa gunung untuk mencari bebatuan untuk konstruksi Ka’bah yang belum terselesaikan.

para jamaah travel umroh dakwah wisata, ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencari salah satu batu yang dapat memberikan magnetik atau daya tarik kepada umat manusia, yang akan menjadi suar dan memberi tanda kepada seluruh umat. Malaikat Jibril diperintahkan Allah untuk membawakan sebuah batu memberikannya kepada Ismail. Mendapati batu yang indah dan bersinar tersebut, Ismail dengan segera pulang membawa batu yang dimintakan oleh Ayahnya. Ibrahim terkejut ketika melihat batu yang di bawa oleh anaknya, dan bertanyalah Ibrahim perihal batu yang didapatkan oleh anaknya. Ismail kemudian menjawab pertanyaan Ibrahim tentang lokasi batu ini dengan jawaban “aku menerima ini dari seseorang yang tidak akan membebani anak cucuku maupun anak cucumu (Jibril)” lalu Ibrahim mencium batu tersebut, dengan serta merta gerakan ayahnya tersebut diikuti oleh Ismail.

sejarah batu Hajar Aswad menjadi penting Pada zaman Nabi Muhammad SAW, sebelum Muhammad berdakwa tentang Islam pun Hajar Aswad sudah menjadi batu yang istimewa. Pada zaman itu beberapa kelompok hampir terjadi perang untuk menentukan siapa yang lebih pantas meletakkan posisi batu Hajar Aswad ketika Ka'bah melakukan renovasi kembali setelah mengalami kebakaran besar. Namun hal tersebut tidak terjadi setelah para kelompok menyetujui usulan setelah para kelompok melakukan perundingan, kemudian mereka bertanya kepada orang yang melewati gerbang Ka’bah, dan kebetulan orang itu adalah Muhammad SAW yang masih berusia 35 tahun sebelum mendapatkan wahyu sebagai Rasul Allah.

Para kelompok tadi menjelaskan yang menjadi pokok permasalahannya, Rasul menyuruh membawakan sebuah kain kepada para pemimpin kelompok, Untuk digunakan meletakkan Hajar Aswad di bagian tengah kain tersebut. Muhammad menyuruh setiap pemimpin kelompok untuk memegang sisi, mengangkatnya, dan membawanya kain tersebut ke posisi yang tepat untuk membawa batu tersebut. Kemudian Muhammad sendirilah yang mengambil dan meletakkan Hajar Aswad di posisi yang seharusnya, dengan demikian permasalahan tersebut terselesaikan dan Muhammad berhasil mencegah kemungkinan pertikaian berkepanjanggan antar kelompok tersebut.

Batu Hajar Aswad sempat mengalami kerusakan serius, yaitu mengalami pecah diakibatkan oleh batu lain yang dilemparkan menggunakan katapel pada saat konflik penyerangan oleh Umayyad terhadap Mekkah. Kemudian batu Hajar Aswad disatukan kembali dengan menggunakan perak oleh Abdullah Ibnu Zubayr, tidak habis disitu sejarah batu Hajar Aswad kembali terjadi tepatnya pada tahun 1930 SM batu Hajar Aswad dicuri oleh kaum Qarmati yang dibawa kekota yang sekarang bernama Bahrain.

Demikianlah sejarah singkat tentang keistimewaan Hajar Aswad yang sekarang berada kokoh di Ka'bah dan menjadi sesuatu yang indah, sehingga para umat muslim ingin sekali mencium Hajar Aswad ketika mereka melakukan ibadah haji atau umroh melalui biro jasa dan sudah menjadi upacara keagamaan bagi setiap umat muslim pergi ke tanah suci untuk mencium batu surga tersebut.